5 menit untuk 5 tahun.

Masa kampanye telah selesai. Besok memasuki masa tenang. Yang gak suka selama beberapa minggu ini timeline dipenuhi sama politik, silahkan bernafas lega. Dan mungkin kalian pun bertanya, kenapa sih gue (dan mungkin beberapa teman lainnya) mau capek2 berkampanye di social media. Itu kedua capres sodara bukan, kenal aja enggak. Nanti kepilih pun, gak akan berpengaruh sama hidup kita.

Selama ini mungkin kita terlalu lama dibuai oleh pemerintahan yang gak bisa membuat banyak perubahan untuk kita. Sehingga kita menjadi apatis dengan yang namanya politik dan pemerintahan.

Tapi pemilihan presiden kali ini berbeda. Gue bisa bilang, siapa Presiden berikutnya akan bisa menentukan bagaimana gue hidup 5 tahun nanti atau seterusnya.

Mungkin gue terlalu naif. Tapi gue masih punya impian bahwa kita punya…..

Presiden dan Pemerintah yang bisa memperbaiki ekonomi.
Kalo ekonomi membaik, harga2 bisa turun. Istri gue kalo belanja bisa lebih murah dan dapet banyak. Harga susu dan makanan buat anak gue nanti mungkin bisa lebih murah.
Syukur2 pemerintah bisa menaikkan gaji juga, (khususnya untuk PNS dan pensiunannya) supaya Bapak gue bisa pensiun dengan tenang nantinya.
Kalau ekonomi membaik, investor akan berbondong2 ke Indonesia. Akibatnya Harga dollar bisa turun. Yang paling peka sama harga dollar itu ya harga elektronik. Apa hubungannya harga elektronik? Karena gue masih butuh beli komputer/laptop buat gue atau anak gue nantinya. Gue masih butuh beli kulkas, rice cooker dan mesin cuci buat istri gue.
Kalau ekonomi membaik, inflasi bisa turun atau minimal laju inflasi gak terlalu tinggi. Kalo inflasi turun, namun gaji gue gak naik banyak, artinya duit gue yang cuma bisa tabung di deposito, masih sedikit ada harganya.

Presiden dan Pemerintah yang bisa memperbaiki sistem pendidikan.
Kalo sistem pendidikan baik, gak akan ada lagi sekolah yang komersialisasi pendidikan. Anak gue nanti bisa bersekolah dan kuliah sama seperti jaman gue dulu, bersekolah di tempat terbaik bukan karena kaya tapi karena memang lulus tes.
Kalo sistem pendidikan bener, gak akan ada lagi TK yang uang masuknya lebih dari biaya kuliah, bahkan sampai pakai tes segala.
Anak gue gak akan stress sama yang namanya UN. Gak akan ada lagi cerita soal UN seperti soal2 kuliahan. Ataupun ketika UN ada masalah, gue butuh Menteri yang bisa kasih solusi, bukan menafikan keluhan para siswa.
Mudah2an pemerintah yang baru juga bisa menaikkan gaji guru sehingga gak ada lagi guru2 yang masih mencari duit sanpingan dari kantong-kantong orang tua siswa.

Presiden dan Pemerintah yang bisa memperbaiki jaringan komunikasi.
Gue memang butuh akses informasi yang bisa melindungi anak gue nanti dari pengaruh pornografi, itu gue setuju banget. Tapi gue gak butuh menkominfo yang masih bertanya “internet cepat buat apa?”
Gue butuh internet cepat dan murah buat membantu pekerjaan gue agar lebih cepat. Karena internet sudah jadi kebutuhan sehari2.
Internet cepat untuk temen2 gue yang kerja di agency.
Internet cepat untuk adik2 mahasiswa untuk mencari bahan jurnal, bahan kuliah atau data skripsi.
Internet cepat untuk ibu2 yang mau belajar masak lewat youtube atau jualan online shop di social media.
Atau internet cepat untuk kita semua yang sekedar exist di social media.

Presiden dan Pemerintah yang bisa mempermudah birokrasi.
Kalo birokrasi mudah, maka ngurus dokumen apapun kita akan merasa nyaman. Gak takut lagi duit kita dikorupsi sama pegawai pemerintahan atau para calo yang berkeliaran di sekitar tempat pembuatan dokumen.
Sehingga akhirnya kita bisa mengurus surat2 tanpa perlu ngedumel karena pelayanan petugas yang gak ramah, sopan dan lelet.

Presiden dan Pemerintah yang bisa membuat sistem transportasi yang lebih baik.
Sebagai orang yang tinggal di kota pinggiran jakarta dan bekerja di jakarta, gue butuh seorang Presiden, MenHub dan Mendagri yang bisa memecahkan kerasnya kepala para gubernur antar propinsi supaya bisa bekerja sama membangun moda transportasi terintegrasi antar kota dan propinsi yang modern dan cepat. Sehingga tidak perlu lagi bermacet2an ria, menghabiskan berjam2 di jalan untuk berangkat dan pulang kerja. Itu kebutuhan gue.
Bagi orang lain yang tinggal di daerah, mungkin butuh jalan yang mudah ketika mereka pulang kampung.
Daendels saja, ratusan tahun lalu sudah bisa membangun jalan raya dari Anyer ke Panarukan.
Ratusan tahun kemudian, pemerintah kita belum ada yang bisa membuat jalan tol terintegrasi dari Anyer hingga Panarukan. Gue butuh jalan yang bagus, sehingga bisa mengantarkan gue dengan cepat ke jogja, surabaya, semarang dan kota-kota lainnya. Untuk sekedar pulang kampung ataupun sekedar traveling. Lagi2 karena tidak adanya yang bisa meredam keegoisan para kepala propinsi atas nama otonomi daerah.

Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal besar yang harus diurus Presiden dan Pemerintah yang baru. Kesehatan warga miskin, pembangunan merata di luar jawa, sumber daya listrik yang stabil di daerah2, pendidikan yang merata bagi anak2 di luar jawa dll. Tapi kalian pasti bilang itu gak ada pengaruhnya bagi saya.

Siapapun calon presiden yang teman2 pilih nanti, semoga harapan untuk perubahan negara ini ada juga di diri kalian. Karena kalau tidak, berarti kalian memang memilih untuk hidup begitu-begitu saja. Pasrah dengan keadaan. Jangan golput, pilih 1 atau 2, itu hak kita semua.

Advertisements

2 thoughts on “5 menit untuk 5 tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s